Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

iklan

Indeks Berita

UNIKI, Dosen Jangan Terlena dengan Pangkat yang Sudah Ada

Selasa, 23 Maret 2021 | Maret 23, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-03-23T11:12:42Z
Foto, Dosen mengikuti workshop Penulisan Buku Monograf dan Referensi, di Aula Mini lantai 3 Kampus utama UNIKI, Senin,22/03/2022

Mitrainfo.com-Aceh, Universitas Islam Kebangsaan Indonesia (UNIKI) mengikuti workshop Penulisan Buku Monograf dan Referensi, di Aula Mini lantai 3 kampus utama UNIKI Blang Bladeh, Jeumpa, Bireuen, Senin (22/03/2021).

Workshop Penulisan Buku Monograf dan Referensi Dosen UNIKI lintas Fakultas, 
Penulisan Buku Monograf dan Referensi Dosen diisi Pemateri Profesional.

Rektor UNIKI Prof. Dr. H. Apridar, SE, M.Si., melalui Ketua penyelenggara Dr. Azhari, SE.,M.Si., AK.CA., yang juga merupakan Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian Masyarakat (LPPM) UNIKI kepada Mitrainfo.com mengatakan, pihaknya dalam workshop tersebut menghadirkan sejumlah pemateri Profesional terdiri dari Prof. Dr. Tri Martial, SP.,MP., Dr. Rusliadi, SE.,M.Si.,CIQaR.,CIQnR., Selanjutnya Ir. Bhakti Alamsyah, MT.,Ph.D.,CIQaR.,CIQnR., dan Bambang Suwarno, SE., MM.,CIQaR.,CIQnR., yang berasal dari Universitas Panca Budi, Medan, Sumatera Utara.

Prof. Dr. Tri Martial, SP.,MP, mengatakan suatu kebanggaan baginya bisa berada di lingkungan para Dosen nan bersemangat. Ia juga memaparkan, Penelitian merupakan suatu hal yang umumnya dihindari oleh para dosen, karena sudah merasa nyaman dengan giat mengajar saja. Namun, penelitian serta pengabdian merupakan salah satu tugas yang harus dilakukan juga oleh setiap dosen.
"Penelitian merupakan suatu hal yang umumnya dihindari oleh para dosen, karena sudah merasa nyaman dengan giat mengajar saja. Namun, penelitian serta pengabdian merupakan salah satu tugas yang harus dilakukan juga oleh setiap dosen. Untuk itu, Kami siap bekerjasama guna membantu dan mendukung UNIKI baik dalam penelitian, pendidikan serta pengabdiannya untuk terus maju," paparnya.

Berikut, Tri Martial juga mengungkapkan bahwa, seorang dosen harus mampu meningkatkan kepangkatannya selama 2 tahun sekali untuk beranjak ke jenjang berikutnya," ujarnya lagi.

Hal yang sangat penting untuk diketahui adalag, dari evaluasi Tahun 2020 lalu, pendanaan dana hibah penelitian untuk dosen di tahun 2021 akan menurun, serta nilai pasing-grade untuk kelulusan proposal terjadi peningkatan. Otomatis para dosen diharuskan untuk bersaing dalam memperebutkan dana hibah dari Kemendikbud RI itu.

"Banyak hal yang menyebabkan proposal penelitian maupun pengabdian dosen tidak lulus, salah satunya pasing grade, jurnal scopus, serta penulisan buku. Rekam jejak seorang dosen merupakan satu hal yang sangat penting yang harus di pertimbangkan oleh dosen itu sendiri," pungkas Prof. Tri Martial mengakhiri.

Sementara Dr. Rusiadi mengupas tentang Jurnal Nasional. Yaitu jurnal nasional berbahasa Indonesia, terindeks pada basis data yang diakui Kemristekdikti, Stabilitas inflasi merupakan hal penting dalam perekonomian suatu Negara.

Dengan stabilnya tingkat inflasi diharapkan mampu membawa iklim positif bagi perekonomian, terutama dalam hal menjaga kondisi iklim usaha tetap kondusif, sehingga pengangguran dapat di tanggulangi.

Oleh karenanya, Ia mengajak, mari sama-sama kita tingkatkan kinerja dosen. Kita harus mengubah pola pikir (mainset) untuk bisa maju. Dengan cara mengajar, mengabdi serta meneliti.

Dosen jangan terlena dengan pangkat yang sudah ada. Dosen harus mampu meningkatkan kepangkatannya. Bagi 23 Dosen UNIKI yang sudah memenangkan Hibah Pendanaan Program Penelitian (PDP) harus segera menyiapkan diri untuk Program Pendanaan Dosen (PD). Penulisan Pendanaan Dosen yang sesuai format kemenristek Dikti, tutup Rusiadi.(wardi)
×
Berita Terbaru Update