Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Indeks Berita

Siswa SMA Sederajat, Bireuen Megikuti Pelatihan Penanggulangan Bencana

Sabtu, 10 April 2021 | April 10, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-04-10T12:37:58Z


Foto, Peserta ikutin pelatihan penanggulangan bencana di aula hotel fajar Bireuen, Sabtu 10/04/2021

Mitrainfo.com-Aceh,
Badan Penanggulangan Bencana Aceh (BPBA) menggelar pelatihan dasar penanggulangan bencana tingkat pelajar yang berlangsung di aula hotel fajar, kecamatan Kota Juang , Kabupaten Bireuen. Sabtu (10/04/2021).

Teuku Izrial Syah Pembantu PPTK di samping ketua panitia Riski Fajar mengatakan kemedia ini, kegiatannya bertujuan memberikan pemahaman kepada pelajar untuk kesiapan menghadapi bencana.

Untuk pesertanya adalah pelajar dari SMK dan SMA seluruh kabupaten Bireuen. Yang sangat inti dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman kepada pelajar bahwa apa itu covid, Karena berbicara bencana kita harus menyelamatkan diri sendiri baru menyelamatkan orang lain,

"Jadi ada satu kemandirian bagi adik-adik sekaliandengan mengenal covid makanya mereka tahu, karena kondisi hari ini berbicara di Aceh memang mayoritasnya masih ada yang percaya bahwa covid itu bagaimana dan Ada yang tidak, itu menjadi satu persoalan".


Dalam mengikuti pembelajaran siswa tidak berperan langsung dalam menanggapi covid'19, Karena ini adalah wacana latihan tanggap Saturday tentang covid'19, Jadi kalau berbicara tentang tanggap darurat ini sebenarnya Apparatur pemerintahnya. Jika dibicarakan tentang bencana itu ada 3 pilat pemerintah, masyarakat dan kimia usaha, jadi minimal mereka mengetahui dahulu tidak langsung ke tanggap darurat nya, ini kan adik-adik pelajar termasud ke dalam pilat masyarakat.

Langkah yang harus di lakukan kedepannya, kami dari pihak BPBA Pemerintah Aceh dengan memberikan adukasi, pengenalan, bahaya covid mungkin itu lebih baik jadi masyarakat sadar bahwa covid'19 ini adalah satu bencana yang memang kondisi nya sangat bahaya dan Pemerintah juga saat ini menekan bencana ini. Ujar Teuku Izrial Syah.

Lanjut T Izrial Syah, menurutnya penananggulangan bencana secara umum dibagi dalam tiga tahapan yakni pra bencana, saat bencana terjadi dan pasca bencana. “Saat ini kita fokus pada tahapan pra bencana guna mengurangi dampak bencana. Bukan hal yang mudah karena bencana seperti gempa bumi tidak bisa diprediksi secara tepat, namun yang penting kita harus sudah siap menghadapinya,” katanya.


“Untuk itu, kesiapsiagaan dan pengetahuan yang cukup mutlak diperlukan guna meminimalisir dampak risiko bencana. Dan sudah menjadi tugas kita semua untuk mensosialisikan hal ini kepada Masyarakat/ Siswa,” katanya lagi penitia yang telah terlibat dalam penanggulangan bencana di Kabupaten Bireuen.

Teguh Mandiri Putra S,sTP selaku pemateri dalam penyampainyan mengatakan " kesiapsiagaan dan pengetahuan yang cukup mutlak diperlukan guna meminimalisir dampak risiko bencana. Dan sudah menjadi tugas kita semua untuk mensosialisasikan hal ini kepada masyarakat

"Saya berharap agar adik-adik pelajar khusus nya kabupaten bireuen bisa menjadi garda terdepan dalam melaksanakan peraturan pemerintah dalam menjalan kan kehidupan new normal yaitu menerapkan protokol kesehatan" harapnya.

Hal senada di ungkapkan dr.Irwan A,Gani
Kewaspadaan diperlukan dalam memahami suatu penyakit, termasuk kasus Covid-19 yang saat ini masih meningkat di berbagai negara.


"Bahaya virus corona sama sekali tak bisa dianggap sebelah mata. Namun, dengan mematuhi Promes kesehata kita telah berkontribusi untuk membatasi interaksi dan rantai penularan Covid-19" ujarnya.


Acara tersebut menghadirkan pemateri diantaranya dr.Purnama Setia Budi,sp.OG, Teguh Mandiri Putra,S,sTP, dan dr.Irwan A,Gani.(wardi)
×
Berita Terbaru Update