Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

iklan

Indeks Berita

Kungker ke Bireuen, Berikan Motivasi Terhadap Jajaranya

Senin, 11 Oktober 2021 | Oktober 11, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-10-12T06:31:31Z
Bupati serahkan cedramata kepada Kajati Aceh di pendopo Bupati setempat,Senin 11/10


MitraInfo.com--Bireuen,
Kejati Aceh, Dr Muhammad Yusuf, SH MH, serta Rombongan dari Propinsi Nanggroe Aceh melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke Kejari Kabupaten Bireuen.


Kunjungan Kejati Aceh bersama Rombongan, disambut langsung oleh Bupati Bireuen DR.H.Muzakkar.A.Gani SH.MSi bersama Unsur Forkopimda dan seluruh Kepala Dinas Badan Kantor jajaran Pemerintah Kabupaten setempat, senin (11/10)2021.dihalaman Pendopo Bupati Bireuen.

Pada ajang silahturahmi Kejati Aceh dengan Bupati Bireuen,” yang dibahas dalam pertemuan itu adalah,
Berbicara soal korupsi dimana ada konsep sederhana yang dapat dilakukan menghindari terjadi korupsi didalam melakukan tugas kenegaraan terutama ditujukan bagi SKPK di Jajaran Pemkab Bireuen,” tetapi yang susah prakteknya, meskipun demikian “Saya yakin kepala SKPK di Bireuen, tidak ada niat untuk melakukan hal tersebut, disebabkan SKPK sendiri mampu untuk mengatasinya apalagi mereka semua telah mengikuti diklat Kepemimpinan (PIM),tutur Kejati Aceh.


Kepada media ini, senin (12/10)2021 Kejati Aceh.DR.Muhammad Yusuf SH.MH didampinggi Bupati Bireuen, DR.H.Muzakkar A.Gani SH.MSI dan Kejari Bireuen, Mohamad Farid Rumdana SH.MH. “Dia menjelaskan sangat berterima kasih kepada Pemerintah Kabupaten Bireuen yang sudah menerima kedatangan mereka dengan tulus dan ikhlas, sembari mejamu dengan makan bersama, disamping itu juga Kejati Aceh Dr Muhammad Yusuf, SH MH,mengatakan tujuan utama kedatangan dirinya dalam hal kunjungan kerja adalah, memberikan motivasi kepada jajarannya di Kejari Bireuen, agar mereka lebih semangat untuk bekerja, dengan penuh harapan kekompakan tetap terus dijaga, supaya penerapan bagi pelanggar hukum bisa ditegakkan sesuai aturan yang berlaku, tampa ada pilih kasih” tuturnya.


“Maka Kejati Aceh juga berpesan Kepada Pemerintah Bireuen,menempatkan seorang kepala dinas itu harus sesuai, seperti Kepala Dinas Pekerjaan Umum dan Tata Ruang harus dari teknis sehingga menguasai pekerjaannya.


Ketiga pelaksanaan, harus sesuai aturan, mekanisme, dan juga Standar Operasional Prosedur (SOP), keempat pengawasan. “Apabila empat prinsip manajemen dijalankan dengan baik, mudahan-mudahan ke depan tidak sampai menimbulkan masalah.


“Hal paling pokok dan dangat penting yang ingin saya sampaikan jaga kekompakan, maka Forkopimda ikut berperan membantu Bupati, tentunya sesuai etika, adat yang berlaku. Sepanjang hal ini dapat dilaksanakan dengan baik,mudah – mudahan pejabat Bireuen dapat terhindar dari masalah hukum,” terang Kajati Aceh.


Dalam kesempatan itu, Kajati Aceh memberi masukan, di Kajari Bireuen ada Kasidatun, dapat bekerjasama pendampingan hukum. “Sehingga kadis tidak ragu melakukan kegiatan, jangan lupa SOP, mekanisme, aturan harus dijunjung tinggi,” pesan Dr Muhammad Yusuf.


Kedatangan Kejari Aceh dihadiri oleh Ketua Ikatan Adhyaksa Dharmakarini (IAD ) Wilayah Aceh Ny Jamilah Yusuf, dan juga Aspidus R Yusuf W serta KTU Rachmadi.


Sementara itu tugas perdana dari pada Kejari Bireuen, saat temu ramah bersama insan pers beberapa waktu lalu , dijelaskan bahwa mereka akan melakukan pembangunan zona integritas menuju Wilayah Bebas dari Korupsi (WBK) atau Wilayah Birokrasi Bersih dan Melayani (WBBM)” (**)

×
Berita Terbaru Update