Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Indeks Berita

Peduli Sektor Pariwisata, Himabis Umuslim Adakan Kuliah Tamu

Minggu, 03 Oktober 2021 | Oktober 03, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-10-03T15:09:11Z


Universitas Almuslim  Peusangan Bireuen mengadakan kuliah tamu.Sabtu,02/10

MitraInfo.com--Bireuen, Mahasiswa Universitas Almuslim  Peusangan Bireuen mengadakan kuliah tamu. Tepatnya dilaksanakan oleh mahasiswa yang tergabung dalam Himpunan Mahasiswa Administrasi Bisnis (Himabis) Fisip Umuslim Peusangan Bireuen.


Kuliah tamu ini terlaksana atas inisiasi dari dosen pengasuh mata kuliah bisnis pariwisata Denny Firmansyah SE MM. Pelaksanaan kuliah tamu berlangsung di ruang seminar AAC Ampon Chiek Peusangan, Sabtu (02/10/2021). 

Kuliah tamu ini bertema "Inkorporasi Kearifan Lokal Dalam Pengembangan Bisnis Pariwisata Di Daerah".


Ketua Himabis Umuslim, Sayed Chairul Raziq, mengatakan kegiatan ini tetap mengedepankan protokol kesehatan. "Pesertanya berasal dari Mahasiswa Prodi Administrasi Bisnis Universitas Almuslim berjumlah 50 orang dan terdiri dari beberapa angkatan".


Sayed Chairul Raziq menambahkan, Acara ini turut dihadiri dan di buka langsung oleh Dekan Fisip Umuslim Rahmad S Sos MAP. Dalam sambutan nya dekan Fisip mengatakan Berbagai upaya dalam rangka memberikan tambahan wawasan pengetahuan untuk mendukung proses belajar mengajar di lingkungan Universitas Almuslim terus dilakukan. Pengembangan wawasan tersebut dilakukan dengan berbagai hal, diantaranya adalah melalui kuliah tamu yang mengahadirkan pemateri ternama nasional atau internasional. 


Kuliah tamu menjadi salah satu alternatif dalam menambah wawasan pengetahuan sumber daya manusia baik dosen dan  mahasiswa sebagaimana yang dilakukan oleh Himabis Umuslim. 


Kegiatan tersebut juga mengundang beberapa pemateri di bidangnya, yaitu Iskandar MPd (dosen sekaligus pemerhati pariwisata lokal).


Kemudian Denny Firmansyah SE MM (dosen sekaligus praktisi bisnis dan pemasaran)


Dalam penyampaiannya, Iskandar MPd, Indonesia seharusnya bisa menjadi daerah pariwisata yang di perhitungkan dunia, mengingat kembali tahun 2017 Indonesia meraih predikat destinasi dan resort terbaik dunia. 


Namun pada kenyataannya saat ini Indonesia banyak binis yang begerak di bidang pariwisata sudah gulung tikar karena pandemi Covid-19, bisa kita ambil contohnya wisata Gunung Kidul, disana banyak restoran, dan resort yang sudah menancapkan bendera putih menandakan mereka sudah menyerah dengan kondisi saat ini, disinilah perlunya peran lebih masyarakat dan kita mahasiswa untuk sama-sama memperhatikan kondisi saat ini, memikirkan resolusi yang terjadi, banyak inovasi yang bisa kita lakukan, misalnya wisata online yang sudah dilakukan di beberapa daerah, ini merupakan salah satu inovasi terbaru. 


"Wisata tidak hanya membahas masalah tempat yang bagus, tempat angkerpun saat ini bamyak diminati dan bisa dijadikan sebagai objek wisata horor". 


Denny Firmansyah SE MM juga mengatakan, salah satu kunci berkembanganya pariwisata di daerah yaitu dengan adanya kerja sama antara masyarakat dan pemerintah setempat dalam upaya peningakatan pendapatan asli dearah (PAD), dalam hal ini masyarakat dan pemerintah sama-sama di untungkan. 


Bisa kita ambil contoh di daerah Bireuen sendiri, bagaimana kondisi pantai-pantai saat ini, banyak pantai yang sangat tidak terawat akibat sampah yang berserakan, setelah saya telusuri ternyata tidak adanya kerja sama antara masyarakat setempat dengan pemerintah daerah, masyarakat tidak mau membayar uang kebersihan sehingga, sampah-sampah yang berserakan saat ini tidak tekendali dan tempat tersebut kurang diminati oleh peloncong saat ini.  


Ketua panitia Zul Ikram  menambahkan kegiatan serupa akan terus dilaksanakan demi menunjang kreativitas dan wawasan Mahasiswa Universitas Almuslim, dan di harapkan dari berbagai pihak juga ikut berpartisipasi serta mendukung kegiatan seperti ini kedepannya.(**)


×
Berita Terbaru Update