Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

Indeks Berita

Indonesia Siap Mengawal Isu-isu Tata Kalola Pemdes

Minggu, 07 November 2021 | November 07, 2021 WIB | 0 Views Last Updated 2021-11-07T03:49:02Z

 

Pemerintahan Desa Kemendagri Yusharto Huntoyungo, Sabtu, 06/11

MitraInfo.com--SANGIHE,GN, Pandemi Covid 19 yang melanda dunia dua tahun terakhir tak hanya berdampak pada aspek kesehatan dan ekonomi tapi juga aspek tata kelola pemerintahan disemua lini. Pelajaran yang paling berharga dari Pandemi Covid-19 terhadap perubahan mindset dalam tata kelola pemerintahan adalah penyelenggaraan pemerintahan disemua tingkatan secara konvensional tidak lagi relevan dengan tuntutan kebutuhan serta tantangan zaman terutama pada kondisi krisis. Dibutuhkan pendekatan baru yang tidak dibatasi oleh waktu dan ruang, dan hal ini hanya bisa dilakukan dengan mengintegrasikan teknologi digital dalam penyelenggaraan tata kelola Pemerintahan.


Hal ini sepeti yang dilansir Grup Facebook Pemerintah Indonesia,Sabtu 06/11/2021, terungkap sebagai kesimpulan dalam rangkaian Workhsop International dan Technical Committee Meeting Center on Integrated Rual Development for Asia and The Pacific (CIRDAP) yang dilaksanakan di Hotel Bidakara Jakarta 3-4 November 2021. Workhsop International yang dirangkaikan dengan Technical Committee Meeting yang dihadiri secara virtual oleh 15 negara anggota CIRDAP dan 5 negara Observer tersebut merupakan Agenda Tahunan CIRDAP yang merupakan organisasi multilateral se Asia Pacific yang memfokuskan pada kerjasama regional dalam sektor pembangunan daerah terpencil dan pedesaan. Indonesia sendiri telah menjadi anggota CIRDAP sejak tahun 1979 dan tahun ini dipercaya menjadi tuan rumah penyelenggaraan event international yang sangat strategis tersebut.


Dalam sambutannya Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian menyatakan bahwa
dalam konteks pengembangan Tata kelola Pemerintahan Desa pasca Pandemi Covid 19, Digitalisasi Tata Kelola Pemerintahan hari ini telah menjadi sebuah keharusan yang tidak bisa dihindari. Oleh sebab itu Indonesia sangat serius untuk mempercepat proses transformasi tata kelola Pemerintahan yang berbasis digital termasuk tata kelola Pemerintahan Desa. Sebagai bukti keseriusan Pemerintah Indonesia untuk menyiapkan sumber daya manusia yang siap menyelenggarakan Tata kelola Pemerintahan Desa berbasis Digital, Menteri Dalam Negeri Tito Karnavian pada acara tersesebut juga mencanangkan Balai Pemerintahan Desa Kementerian Dalam Negeri di Yogyakarta menjadi Balai Internasional The Center of Village Governance and Development yang nantinya akan jadi pusat pelatihan tatakelola Pemerintahan Desa berbasis digital untuk kawasan Asia Pacific. “Ini bukti komitmen dan keseriusan kita untuk menjadi leader dan model dalam hal Tata Kelola Pemerintahan Desa dikawasan Asia Pacific” Pungkas Tito.


Dalam kesempatan terpisah, Direktur Jenderal Bina Pemerintahan Desa Kemendagri Yusharto Huntoyungo yang merupakan Ketua Delegasi Indonesia dalam Technical Committee Meeting ke 36 CIRDAP menyatakan bahwa Indonesia siap mengawal isu isu Tata Kelola Pemerintahan Desa serta Penguatan Kapasitas Aparatur Desa menjadi agenda kerja CIRDAP untuk tahun 2022 sampai 2024. “Kita telah memiliki banyak contoh Praktek baik Tatakelola Pemerintahan Desa berbasis Digital dan ini akan jadi model untuk kawasan Asia Pacific” Kata Yusharto.


Dibalik kemeriahan dan kesuksesan gelaran event International bergengsi tersebut, ternyata ada peran central yang dimainkan oleh putra Sangihe Tomy Bawulang yang merupakan salah satu konseptor event dan agenda tersebut. Selain mendesign acaranya lewat AZA Institute, Tomy Bawulang juga merupakan tokoh yang menyiapkan konsep dan isu isu strategis Tata Kelola Pemerintahan Desa yang didorong dan diperjuangkan menjadi isu dan agenda kerja CIRDAP untuk tahun 2022 sampai 2024. Ungke Tomy yang tampil sebagai salah satu Delegasi Indonesia dalam Technical Committee meeting tersebut dengan lantang mengkritisi CIRDAP yang menurutnya selama ini mengabaikan isu Tata Kelola Pemerintahan Desa. “Apapun program pembangunan yang dilaksanakan di desa, tanpa peningkatan Sumber Daya Manusia Aparatur Desa dan pembenahan Tata Kelola Pemerintahan maka upaya ini akan jalan di tempat dan tidak akan berhasil secara optimal. Kualitas Sumber Daya Manusia itu kuncinya!”. 


Ungkap Ungke Tomy yang selama ini dikenal getol memperjuangkan isu isu peningkatan Kapasitas Aparatur Desa dan Transformasi Desa di berbagai event baik nasional maupun internasional. Selamat untuk suskesnya gelaran International Workshop dan Technical Committee Meeting CIRDAP ke 36. Secara khusus, selamat kepada Ungke Doktor Tomy Bawulang yang kerja cerdasnya selalu menginspirasi. Masyarakat Sangihe bangga memilikimu.(ROBIN)

×
Berita Terbaru Update