Notification

×

Kategori Berita

Cari Berita

Iklan

iklan

Indeks Berita

Produksi Sapu Lidi Cot Kuta, Peluang Usaha Yang Omset Tinggi

Selasa, 18 Januari 2022 | Januari 18, 2022 WIB | 0 Views Last Updated 2022-01-18T03:39:26Z


Foto: Hasil Usaha Sapu lidi di Dusun Cot Paru Gampong Cot Kuta Kecamatan Kuala, Selasa 18 Januar

Mitrainfo.com- Bireuen, Usaha tradisional terkadang mudah tenggelam dengan ramainya pasar usaha modern sehingga tidak mampu menyainginya dalam persaingan. Namun tidak demikian halnya usaha tradisional yang masih diminati oleh masyarakat dan tetap bertahan salah satunya adalah usaha membuat sapu lidi. 


Usaha Sapu lidi di Dusun Cot Paru Gampong Cot Kuta Kecamatan Kuala masih digemari oleh masyarakat mulai dari pemilik rumah di kampung hingga rumah gedongan, dari kantor Keuchik hingga Kantor Bupati yaitu Sapu Lidi seperti pernytaan Kak ayu kepada media ini Selasa 18 Januari 2022 di Desa Cot Kuta.


Menurut Kak Ayu, sapu lidi ini tak tergantikan oleh mesin cleaner lainnya, karenanya sapu lidi tetap menjadi solusi kebersihan rumah ke rumah, itu juga yang dikatakan Kak Ayu kepada media ini yang menyapa dirinya  di kediamannya di Dusun Cot Paru Gampong Cot Kuta Kecamatan Kuala Bireuen.. 

Justeru itulah, Syauki dan Kak Ayu yang masih eksis bertahan sebagai usaha Sapu lidi warga Gampong Cot Kuta tak banyak memiliki hambatan usaha sapu lidinya. Dia memulai usaha sudah bertahun-tahun namun akibat modal usahanya kurang maka usahanya begitu begitu saja artinya tidak ada pengembangan. 


“ Kami saat ini sudah kurang modal usaha sehingga tidak banyak memproduksi Sapu lidi.” Kata Kak Ayu sembari terus merapikan kayu gagang sapu lidinya.


Kak Ayu menyebutkan, saat ini bahan bakunya kayu untuk gagang sapu dibelinya dari Gampong Bunyet Kecamatan Juli sedangkan lidi dicarinya di sekitaran gampong Cot Luta yaitu ke Cotbatee, Cotlagasawah, pokoknya  di mana yang ada kebun kelapa.


Menjawab media ini terkait penjualan sapu dihargai bervariasi mulai dari Rp 2.500 – Rp 5.000 tergantung jenis sapu lidinya. Dan disebutkan, usaha sapu lidinya laris-manis dan terkadang kewalahan menerima pesanan yang tak semuanya dapat dikirim tepat waktu karena keterbatasan modal dan tenaga. 


Syauki dan Kak Ayu berharap ada bantuan modal bebas anggunan dengan bagi hasil (bunga) ringan untuk bisa memenuhi target pesanan sapu lidi kepada pelanggannya.(**)

×
Berita Terbaru Update